Mengenal Data Center


Apa sih itu Data Center? Mengapa Data Center penting bagi sebuah perusahaan?
Pertanyaan seputar Data Center menjadi hal yang lumrah karena memang tidak semua orang mengerti dan paham arti penting dari sebuah Data Center. Data Center memiliki arti penting bagi sebuah perusahaan dikarenakan semua data dan informasi perusahaan yang terkait dengan kegiatan bisnis akan tersimpan secara terpusat di Data Center. Di dalam Data Center tersimpan kumpulan dari berbagai komputer server serta peralatan jaringan yang digunakan oleh perusahaan untuk kegiatan penyimpanan data dan informasi. Industri telekomunikasi telah menetapkan standar pengaturan infrastruktur Data Center yang termuat di TIA-942-Standard Data Centre.

Infrastruktur Data Center membutuhkan alokasi biaya yang besar baik untuk pembuatan maupun untuk perawatannya. Oleh karena itu tidak semua perusahaan memiliki Data Center sendiri. Ada juga perusahaan yang menyewa dan mempercayakan Data Center mereka pada penyedia layanan Data Center seperti Biznet, Lintasarta, Omadata, dll. Penyedia layanan Data Center bertanggung jawab terhadap keamanan serta operasional Data Center dari klien yang menyewa layanan jasa mereka.

Perusahaan yang memiliki dan mengelola Data Center nya sendiri harus memiliki kebijakan dan prosedur tentang Data Center dimana kebijakan dan prosedur itu akan mengatur di antaranya adalah penanggung jawab, perawatan berkala, proses pemantauan harian, perencanaan kapasitas dan proses pelaporan. Kebijakan dan prosedur itu akan mengatur siapa saja yang berhak untuk masuk ke dalam Data Center serta proses pelaporan dari setiap kunjungan ke Data Center. Setiap kunjungan dari pihak ketiga harus mendapat persetujuan dari penanggung jawab Data Center yang berwenang serta wajib untuk ditemani oleh petugas berwenang di Data Center. Semua kunjungan ke dalam Data Center baik dari pihak perusahaan maupun dari pihak ketiga harus selalu dicatat dalam buku log daftar tamu Data Center.

Petugas yang berwenang harus melakukan pengecekan terkait suhu, kelembaban, serta utilitas seperti kapasitas hardisk yang masih tersedia, UPS, prosesor, memory, dan lain sebagainya. Data pengecekan harian ini nantinya dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan kapasitas. Perencanaan kapasitas diperlukan agar perusahaan dapat memastikan bahwa perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan telah sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan dan mampu mengantisipasi perkembangan perusahaan di masa yang akan datang.

Perawatan secara berkala yang dilakukan diperlukan untuk memitigasi risiko yang mungkin akan terjadi. Perangkat pendukung yang didapat dari vendor seperti UPS, Power Control, Detektor Api, Detektor Asap, Detektor Air, Air Conditioner, dan peralatan lain harus dilakukan perawatan secara rutin. Perawatan berkala dengan vendor harus tertuang di dalam sebuah kontrak. Perusahaan juga harus memperhatikan laporan pencapaian SLA (Service Level Agreement) dari vendor dan laporan pencapaian SLA ini harus direview secara berkala.


Perusahaan juga harus memiliki daftar inventaris perangkat lunak, perangkat keras, perangkat jaringan, media penyimpanan serta perangkat pendukung yang ada di Data Center. Apabila terdapat beberapa perangkat yang dimiliki pihak ketiga di Data Center maka perangkat tersebut juga harus dilakukan inventarisasi.

Semua fasilitas di dalam Data Center juga harus terlindungi secara fisik terhadap akses dari pihak yang tidak berkepentingan. Pengamanan akses Data Center ini dapat berupa :
1. Pintu Data Center yang selalu terkunci
2. Akses biometrik
3. Kartu akses
4. CCTV yang menyimpan data rekaman secara live 3 bulan terakhir

Area Data Center adalah area yang penting bagi perusahaan maka penentuan lokasi Data Center juga harus memperhitungkan tingkat keamanan gedung dari bencana alam seperti gempa bumi, banjir, serta aman dari lokasi kerusuhan, kebakaran dan sebagainya.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel